Tugas Komunikasi Politik
Analisa Berita Politik Dan Dikaitkan
Dengan
Mata Kuliah Komunikasi
Politik (Kampanye dan Marketing Politik)
Dosen Pengampu:
Ust. Fery Indra Sukma, M.I. kom
Oleh:
Abdul Ghofur (362015520991)
PRODI ILMU
KOMUNIKASI
FAKULTAS
HUMANIORA
UNIVERSITAS
DARUSSALAM GONTOR
SIMAN-2016
Ridwan Kamil Gunakan 4
Strategi
Hadapi Dinamika Politik
Lokal
Dirilis oleh opik, Jumat, 30 Oktober 2015 |
15:14 WIB
BANDUNG -
Menghadapi dinamika politik lokal termasuk tantangan politisasi sumber daya
manusia di daerah setidaknya ada 4 strategi yang digunakan. Pemimpin harus
menyadari bahwa jabatan politik itu hanya sementara, kedua mendidik masyarakat
untuk berpolitik dan tidak selalu dengan politik praktis, ketiga menjaga
keharmonisan dengan DPRD, keempat mengurangi kepemimpinan di depan dan
menggunakan gaya kepemimpinan di tengah.
Hal itu
dikatakan Walikota Bandung Ridwan Kamil saat dialog nasional membangun bangsa
yang bertajuk kinerja pemerintah daerah dalam dinamika politik lokal di Hotel
Grand Syahid Jakarta Kamis, (29/10/2015).
Dalam
kesempatan tersebut Ridwan mengatakan dalam teori perubahan ada empat faktor
yang harus dipahami, perubahan pertama datang dari pemerintah atau political
power, perubahan kedua datang dari pebisnis (capital power), ketiga civil
society dengan social power dan keempat, media dengan information power.
“kalau
mengandalkan pemerintah saja perubahan terjadi hanya 25 persen, tapi kalau
gabung dengan LSM, Ormas dan unsur masyarakat lain perubahan akan terjadi 50 persen,
ketemu pebisnis yang tidak hanya mencari keuntungan tapi dengan program CSRnya
jadi 75 persen, apalagi kalau medianya yang tidak hanya memberitakan bad news
akan tetapi inspirasional news kita sudah 100 persen perubahan,” jelasnya.
Ridwan menuturkan masyarakat yang baik itu
adalah masyarakat yang dapat mengurus permasalahannya sendiri. Ridwan
mencontohkan konsep desentralisasi yang telah diterapkan di Bandung sampai
tingkat ranting merupakan konsep yang membawa percepatan perubahan Kota
Bandung.
“Memimpin itu kan mempin umat, seribu kepala sejuta keinginan, sehingga ada dua nilai yang saya terapkan bahwa politik itu kan media menyampaikan dan memperjuangkan nilai, kedua politik itu adalah kepentingan, disinilah saya mempraktikan politik kompromi tapi kompromi yang sesuai dan tidak melanggar aturan,” tegasnya.
“Memimpin itu kan mempin umat, seribu kepala sejuta keinginan, sehingga ada dua nilai yang saya terapkan bahwa politik itu kan media menyampaikan dan memperjuangkan nilai, kedua politik itu adalah kepentingan, disinilah saya mempraktikan politik kompromi tapi kompromi yang sesuai dan tidak melanggar aturan,” tegasnya.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Kependudukan dan
Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh dalam pembukaan menyampaikan pesan Menteri Dalam
Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo yang berintikan bahwa kepada pemerintah daerah
(pemda) agar tetap menjalankan tugas secara efektif. Mendagri
berharap kinerja pemda tidak terganggu oleh dinamika politik lokal, termasuk
pemilihan kepala daerah (pilkada).
Lebih lanjut
Zudan menyampaikan urusan wajib pemerintah yang bersifat pelayanan dasar dan bukan pelayanan dasar serta urusan
pilihan harus dipetakan para kepala daerah dengan baik, melalui program dan
kegiatan yang tersetruktur dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Tolak ukur kinerja yang dimintakan oleh Undang-undang Pemda adalah 32 urusan pemerintahan harus dapat dilaksanakan dengan baik," tuturnya
"Tolak ukur kinerja yang dimintakan oleh Undang-undang Pemda adalah 32 urusan pemerintahan harus dapat dilaksanakan dengan baik," tuturnya
Sumber: http://www.sinarpaginews.com/fullpost/profil/1446192858/-ridwan-kamil-gunakan-4-strategi-hadapi-dinamika-politik-lokal-.html 22/11/2016
ANALISIS:
1.
KATEGORI
BERITA = publisitas
2.
INDIKATOR
a.
Tujuan = membangun
citra diri (pemerintahan) dalam kepemimpinan Ridwan kamil, karena pemerintahan
kota bandung percaya dengan menggunakan 4 strategi tersebut akan memberikan
kesan yang baik bagi pemerintahan kota bandung atau dampak dari adanya strategi
tersebut.
b.
Fokus = 4
strategi ini direncanakan untuk membangun pemerintahan yang baik di kota
bandung. Dan juga untuk membangun pemerintahan yang kuat di kota bandung.
c. Sifat
informasi =
pemberitaan ini memihak kepada bagian pemerintahan karena ranah dari pemberitaan ini adalah
politik lokal yang berda di kota bandung. Dan akan berdampak pada prilaku
masyarakat atas kebijakan yang dilakukan oleh pemerintahan tersebut
d. Isu = pemberitaan ini
mengisukan bahwa ridwan kamil mempunyai 4 strategi untuk
mengahadapi dinamika politik lokal.
No comments:
Post a Comment